Sebelas tahun menjadi orang tua, semakin saya menyadari bahwa banyak hal yang masih perlu saya perbaiki. Jadi tulisan pertama saya di tahun 2026 ini mudah-mudahan menjadi pengingat dan janji untuk terus membaca dan belajar menjadi orang tua.
Buku ini sudah lama saya beli dan saya baca, tapi kemudian saya coba baca kembali dan saya rangkum dalam sebuah catatan sederhana. Buku ini bercerita bagaimana anak-anak di Denmark dibesarkan untuk menjadi anak-anak yang tumbuh bahagia dengan metode PARENT:
- P (Play): bermain dinilai dapat membantu anak membangun ketangguhan dan kemampuan problem solving sehingga mereka banyak memberi anak waktu untuk bermain secara bebas.
- A (Authenticity): anak-anak diajarkan untuk jujur dan mengenali emosi mereka karena pada dasarnya semua emosi itu wajar dan baik-baik saja. Jika sedih tidak perlu berpura-pura, anak-anak diajak berdialog untuk menerima bahwa semua perasaan itu valid.
- R (Reframing): mengubah persepsi anak dengan mengambil informasi positif atas apapun hal yang terjadi. Dalam keseharian, mungkin kita menyebutnya mengambil hikmah dari kejadian yang mungkin tidak kita inginkan.
- E (Emphaty): anak-anak diajarkan untuk tidak menghakimi dan memaafkan. Ketika ada anak lain yang berbuat hal yang tidak seharusnya, mereka tidak langsung menghakimi, melainkan diajak untuk menganalisis apa yang menjadi latar belakang sikap anak tersebut.
- N (No Ultimatum): mereka menilai tidak ada hukuman fisik yang efektif. Orang tua diharapkan lebih demokratis dengan membuat kesepakatan aturan bersama.
- T (Togetherness): hal yang terpenting dari semuanya sebagai orang tua adalah hadir dan meluangkan waktu untuk bersama.

Comments